Rabu, 29 Agustus 2012

Perkembanga Jeep


JEEP IS MY PRIDE

2012
/OIIIIIIIO\



Jeep CJ-7 diperkenalkan pertama kali pada tahun 1976, sebagai pengganti dari generasi Jeep CJ5. Perbedaan yang terlihat paling mencolok dibandingkan dengan CJ-5 adalah ukuran wheelbase yang lebih panjang serta tidak ada lagi lengkungan pada pintu seperti yang terdapat pada CJ5.Perbedaan lainnya adalah penggunaan chassis two parallel longitudinal main c-section rails. Chassis ini dirancang untuk membantu meningkatkan "handling" dan stabilitas, dengan cara memperpanjang bagian belakangnya, agar per dan peredam dapat diposisikan sedikit keluar dari bodi.

CJ-7

Fitur lain yang diterapkan pada CJ-7 adalah automatic all-wheel drive system yang disebut sebagai Quadra-Trac. Sistem ini bekerja layaknya part-time two speed transfer case. ransmisi standar yang digunakan pada CJ umumnya adalah manual, sedangkan transmisi otomatis merupakan fitur optional

Untuk bodinya ada dua pilihan yang ditawarkan yaitu CJ-7 Softop dan CJ-7Hardtop yang dilengkapi dengan pintu yang terbuat dari besi. Sedangkan berdasarkan kelengkapannya, CJ-7 dipasarkan dengan beberapa paket yaitu :

Standar: disebut sebagai CJ-7 "Renegade" , diproduksi dari tahun 1976-1986, dengan pilihan mesin Diesel 2.4D atau mesin Bensin 6-silinder dengan kapasitas 2.5 L, 4.2 L dan 5.0 V8

Upgrade: disebut sebagai CJ-7 "Laredo", diproduksi dari tahun 1982-1986, dengan pilihan mesin Diesel 2.4D, dan mesin Bensin 6-silinder kapasitas 4.2 L. Laredo telah dilengkapi dengan jok yang lebih bagus, steering wheel tilt, dan paket chrome yang terdiri dari bumper, grille depan,spion. Trak-Lok differential untuk roda belakang (optional) juga tersedia. Versi Laredo produksi tahun-tahun terakhir, ditambah lagi dengan : tachometer, hook, jok kulit, jam, serta transfer case Dana 44 rear end and Dana 300

Golden Eagle: diproduksi dari tahun 1976-1979, menggunakan mesin Bensin V8 dengan kapasitas 5.0 L

Jamboree Edition: diproduksi sebanyak 2500 unit untuk peringatan ulangtahun Jeep ke 30, menggunakan mesin Bensin kapasitaas 2.5 L dan 4.2 L


CJ7 umumnya menggunakan as roda (axle) dengan rasio 3.54, namun sesuai dengan mesin yang digunakan ada beberapa perbedaan yaitu :
Mesin Diesel 2.4 Liter (pada Renegade dan Laredo) -> axle ratio 4.10
Mesin Bensin 6-silinder dengan kapasitas 2.5 L dan 4.2 L -> axle ratio 3.73
Mesin V8 Model 304 ( pada versi Golden Eagle produksi 1976-1981) -> axle ratio 3.55
Spesifikasi CJ-7 :

1.Mesin
145 cu in (2.4 L) Isuzu Diesel C240
150 cu in (2.5 L) AMC I4
151 cu in (2.5 L) GM Iron Duke I4
232 cu in (3.8 L) AMC I6
258 cu in (4.2 L) AMC I6 99.4 PS (73 kW; 98 hp), 261 N·m (193 lb·ft)
304 cu in (5 L) AMC V8 127 PS (93 kW; 125 hp), 296 N·m (218 lb·ft)

2.Transmisi
Warner T-18 (4-kecepatan)
Borg-Warner T-4 (4-kecepatan)
Borg-Warner T-5 (5-kecepatan)
T Tremec-150 (manual 3-kecepatan )
T Tremec-176 (manual 4-kecepatan)
Borg-Warner SR-4 (4-kecepatan)
GM TH-400 (otomatis 3-kecepatan)
TF-999 Chrysler (otomatis 3-kecepatan - 4.2L)
TF-904 Chrysler (otomatis 3-kecepatan - 2.5L)

3.Transfer Case
Dana 20 (1976-1979)
Dana 300 (1980-1986)
Borg Warner-QuadraTrac # 1339 (1976-1979)

4.Axle (As Roda)
Dana 30 Front (1976-1986)
2-Piece AMC 20 Rear (1976-1986)
Dana 44 Rear (1986)

CJ-7 Diesel
Jeep CJ7 diesel dibuat di pabrik Ohio,dengan menggunakan mesin C240 produk Isuzu, antara tahun 1980-1982. Mengapa mesin ini yang digunakan ?, karena pada saat itu Isuzu memang telah resmi menjadi milik dari General Motor.

Mesin C240 ini kemudian dipadukan dengan transmisi seri T176. Transfer case umumnya menggunakan Dana 300, walaupun ada beberapa yang menggunakan Dana 20, dengan ratio 4.1 dan narrow track axles Selama 11 tahun masa produksinya, telah 379.299 unit CJ-7 yang terjual dan hingga kini tetap menjadi mobil favorit yang banyak dikoleksi dan digunakan untuk berbagai kegiatan off-road. 


M151 adalah salah satu Light Utility Vehicles yang digolongkan pada kelas " 1/4 ton 4x4 Military Utility Tactical Truck (MUTT)".M151 dirancang oleh Ford Motor Company sejak tahun 1951, dibawah panduan dari US Army's Ordnance Truck Automotive Command.
M151 nantinya digunakan sebagai pengganti dari Jeep M38 dan Jeep M38A1.

Rancang bangun M151 tetap mempertahankan tata letak dasar dari kendaraan pendahulunya (M38), akan tetapi tidak lagi menggunakan bodi baja(steel tub) yang ditumpangkan (bolted) ke atas chassis (separate steel frame). Sebagai penggantinya, M151 menggunakan desain monocoque, yaitu box frame yang terbentuk dari struktur lembaran baja.

Penggunaan desain baru ini menghilangkan "separate frame", sehingga dapat memberikan beberapa kelebihan yaitu :
·         Menambah "ground clearance"
·         Menurunkan "center of gravity" 
   
   Dengan bobot bodi relatip sama, M151 memiliki dimensi ruang kabin yang lebih besar dibandingkan dengan produk Jeep lainnya.

  
Pembaharuan lainnya adalah penggunaan suspensi independen dengan pegas spiral (coil spring) , sebagai pengganti suspensi model "rigid live axle" yang digunakan pada semua jeep militer. Namun, "rigid live axle" nantinya tetap digunakan dalam jangka waktu yang lama, bahkan pada Jeep produksi terakhir seperti Jeep CJ dan Wrangler.

Dengan perpaduan suspensi independen dan pegas spiral, M151 diharapkan akan lebih lincah, meningkatkan daya jelajah (cross-country travel) dan tetap stabil pada kecepatan tinggi. Kelebihan lainnya, mobil ini menjadi lebih nyaman untuk dikendarai.  Untuk menjamin kehandalannya, pihak Departemen Pertahanan Amerika Serikat menguji Prototype M151 cukup lama. Baru pada tahun 1959, mobil ini dapat masuk ke jalur produksi di pabrik milik Ford.

Namun ada satu hal penting yang luput dari perhatian Departemen Pertahanan Amerika Serikat, mobil ini tidak pernah dicoba di jalan raya. Ada banyak kasus kecelakaan yang melibatkan M151, penyebabnya adalah kecenderungan untuk mudah terguling (rollover).

Suspensi model independen seringkali dituding sebagai penyebabnya. Pada kecepatan tinggi dan tanpa muatan, suspensi belakang M151 tidak bekerja dengan sempurna, akhirnya cenderung membuat mobil selip dan terbalik. Untuk mengatasi ini, pengemudi yang telah berpengalaman selalu menyelipkan kotak amunisi yang diisi pasir di bawah jok belakang, sebagai pemberat. Berdasarkan penyelidikan, selain suspensi yang kurang sempurna, faktor manusia juga cukup berperan utamanya karena ketidaksiapan untuk mengadopsi teknologi baru.

Akibat rekam jejak ini, M151 dianggap sebagai mobil yang tidak memenuhi standar keselamatan jalan raya Federal untuk keperluan sipil. Dan pihak Departemen Pertahanan Amerika Serikat memutuskan untuk tidak menjual M151 kepada kalangan sipil. Kondisi ini tidak pernah terjadi pada produk kendaraan militer lainnya.



 Untuk mengurangi resiko, Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengambil langkah-langkah perbaikan sebagai berikut :

·    1. Meminta Ford untuk mendesain ulang suspensi belakangnya. Hasilnya langsung diterapkan pada seri M151 A2.

·     2. Pihak militer Amerika Serikat melengkapi M151 dengan "Roll Over Protection Structure" (ROPS), yaitu rangka besi yang berfungsi untuk melindungi penumpang depan dan belakang saat terjadi kecelakaan.

Walaupun suspensi telah diperbaiki, Departemen Pertahanan Amerika Serikat masih khawatir dan akhirnya juga tetap membatasi penggunaan M151 untuk umum. Untuk produk M151A2, selain Ford, kontrak produksi juga diberikan kepada Kaiser Jeep dan AM General Corp, tetapi tidak diperkenankan menggunakan grille vertical tujuh slot yang merupakan ciri khas produk Jeep, karena menyalahi hak cipta dan merk Dagang.

Penggunaan secara resmi M151 oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat dilakukan pada perang Vietnam, perang Korea dan terus berlanjut hingga tahun 1980, sebelum digantikan dengan Humvee. 

Tetapi khusus untuk varian M151 FAV (Fast Attack Vehicle) tetap digunakan oleh Korps Marinir hingga tahun 1999, karena dianggap memiliki fleksibiltas yang tinggi untuk dibawa dengan menggunakan C-130 cargo plane atau CH-53 heavy transport helicopter, seperti pada perang di Kosovo.



Sebagai kendaraan militer, M151 digunakan oleh lebih dari 100 negara. Hebatnya, selain digunakan oleh 15 negara yang tergabung dalam NATO seperti Kanada, Denmark, Lebanon, Israel, Filipina dan Inggris, M151 juga diekspor ke negara-negara non-NATO seperti Pakistan.



Sierra Gypsy
  
 Di India, Suzuki Jimny SJ-410 diproduksi oleh Maruti Suzuki sejak tahun 1985,dan dipasarkan dengan nama : Maruti Gypsy.Berbeda dengan wilayah lain, di India Suzuki Jimny hanya diproduksi dengan menggunakan chassis panjang (LWB = Long Wheel Base), dan diberi kode produksi: MG410.
Mesin yang digunakan masih tetap seri F10A - karburator, sama seperti yang digunakan pada Suzuki Jimny di wilayah lain.
Transmisinya menggunakan gearbox 4 - kecepatan, dengan transfer 2-kecepatan, lengkap dengan mekanisme freewheeling (untuk membuka as roda depan dari "hub", saat fasilitas 4x4 tidak digunakan). Alat buatan Aisin ini berguna untuk mengurangi rolling resistance, dengan demikian dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar.
Namun karena faktor ketidaktahuan, banyak pemilik Gypsy yang tidak pernah mengoperasikan peralatan ini dan tetap mengeluh tentang borosnya konsumsi bahan bakar, Selain itu, fitur pada Gypsy telah dilengkapi dengan power steering dan power window sebagai peralatan standar.
Pada awalnya Gypsy diproduksi hanya versi Softop (Kanvas). Produk ini awalanya tidak laku di pasaran.
Akan tetapi sejak pemerintah India menggunakan kendaraan ini sebagai mobil dinas kepolisian dan ketentaraan, kepopulerannya meningkat drastis. Atas dasar ini Maruti Suzuki memutuskan untuk memproduksi Gypsy versi Hardtop sebagai alternatif pilihan bagi pembelinya.

Kepopuleran Gypsy, segera menggeser mobil Premier Padmini, sebuah kendaraan klasik produksi India yang terkenal karena performa, ketangguhan, kemudahan perawatan dan sanggup mengatasi bermacam-macam kondisi jalan.

 Dibalik kepopulerannya, Gypsy banyak dikeluhkan karena suspensinya yang kurang nyaman, terutama untuk penumpang yang duduk di bagian belakang. Suspensi mobil ini memang sangat keras dengan penggunaan lives axle dan leaf spring (per daun).

Salah satu media otomotif terkenal di India yaitu Autocar India, pernah memberikan ulasan sebagai berikut :

"Tidak ada yang kendaraan sejenis yang dapat menandingi ketangguhan Gipsi di medan offroad, kecuali mungkin sebuah tank tempur Arjun. Masalahnya, keunggulan ini tidak dapat dirasakan di jalan umum, suspensinya sangat keras, karena masih menggunakan leaf spring (per daun) model kuno. Kecuali mobil dalam kondisi muatan penuh (minimal 200 Kg). Selain itu mobil ini hanya tersedia dengan 2 pintu, semakin mengurangi kenyamananya".

Pada bulan Juli 1993, Maruti mencoba mengembangkan Gypsy. dengan membuat varian "Gypsy Widetrack". Mobil yang diberi kode produksi MG410W ini, menggunakan sumbu roda yang lebih lebar daripada standarnya. MG410W diproduksi untuk menjawab tudingan masyarakat internasional bahwa SUV Suzuki sangat rentan terhadap rollover (terbalik).
Sesuai dengan namanya, jarak sumbu roda depan dilebarkan 90mm, dari 1,210 mm (47.6 in) menjadi 1,300 mm (51.2 in).Sedangkan pada roda belakang, dari 1,220 mm (48.0 in) menjadi 1,310 mm (51.6 in).

Secara fisik, mobil ini mudah dikenali karena menggunakan fender yang dicat senada dengan bodinya. Belajar dari MG410, Maruti tidak lagi memasang Aisin Freewheeling, peralatan penting yang akhirnya tidak banyak digunakan. Pada bulan April 1995, untuk memenuhi persyaratan kontrol emisi , pada mobil ini segera dipasangkan catalytic converter.

Pada bulan Juni 1996, Maruti kembali memberikan alternatif pada konsumennya, dengan memproduksi Gypsy yang menggunakan mesin milik Suzuki Esteem.

Mesin dengan kode G13BA ini kapasitasnya lebih besar (1600 cc), dibuat dari bahan alumunium, 8 - katup. Dengan karburator, sanggup menghasilkan daya hingga 65 bhp (48 kW;66PS). Mesin ini dipasangkan dengan gearbox 5 - kecepatan.

Gypsi versi baru ini diberi kode produksi MG413W, dan dipasarkan dengan nama Maruti Gypsy King. Sedangkan Jimny dengan mesin F10A terus dilanjutkan produksinya sampai tahun 2000.
Perbedaan visual Gypsy King dengan MG410W adalah tonjolan pada kap mesin, serta grille dengan desain baru menggunakan bilah horizontal mirip dengan Suzuki Jimny 1.3L / Samurai JA51. Selain itu ada penambahan head rest dan jok berlapis kain.

Pada bulan Maret 2000, Maruti meng-up-grade Gypsy King dengan mesin G13BB, 16-Valve MPFI, yang dapat menghasilkan daya hingga 80 bhp (60 kW; 81 PS). Produknya diberi nama : Gypsy king MPFI. Untuk mengimbangi daya mesin yang cukup besar, pada mobil ini telah ditambahkan booster rem.

Versi yang dipasarkan adalah "soft top", "hardtop" dan " mobil ambulan ". Fitur pada Gypsy King MPFI sedikit berbeda dengan Suzuki Jimny SJ410. Jok standarnya ada 2 pilihan yaitu : 4 buah jok model bucket seat, atau 2 jok bucket seat pada bagian depan + jok belakang panjang.


Gypsy King MPFI terbukti sangat tangguh, oleh sebab itu pemerintah India menggunakan mobil ini sebagai mobil operasional untuk kepolisian dan menjadi andalan Angkatan Darat India.
Sedangkan untuk masyarakat umum, mobil ini dianggap sebagai SUV murah untuk berbagai keperluan dan menjadi andalan untuk berbagai macam kegiatan otomotif seperti rally dan offroad.

Di India, mobil ini dijual dengan harga US $ 12.500 (5,00,000 INR tahun 2008). Sebagai kendaraan 4x4, kompetitor utamanya adalah mobil produksi Mahindra and Force Motors yang menggunakan mesin diesel yang lebih berisik daripada mesin bensin Gypsy.Pada tahun 2010, Gypsy hanya bisa dibeli dengan membayar uang muka, kemudian pembeli harus menunggu hingga 3 bulan untuk mendapatkannya. Hal ini membuat harga pasar Gypsy second hand lumayan kuat.

Selain digunakan di dalam negeri India, ada beberapa unit di ekspor ke Eropa, Malta (hanya 2 unit), dan Hungaria.


Bukan rahasia lagi jika Toyota 4Runner cukup populer dikalangan penggemar SUV karena bentuk bodi yang kokoh. Tapi, seperti apa, kalau sosoknya mendapatkan eksplorasi penambahan aksesori bergaya penjelajah dari tim Xplore.

Seperti kendaraan hasil garapan Xplore, 4Runner dapat ditingkatkan lebih gaya serta fungsional. Perubahan sekaligus penambahan yang dikerjakan meliputi interior dan eksterior.

Bagian depan terdapat winch ARB plus bullbar. Kesan lebih macho diperkuat dari velg alumunium tipe beadlock dengan ban kasar BFGoodrich MT. Tak ketinggalan, kinerja suspensi juga ditingkatkan diganti dengan spek lebih tinggi. Gahar! (Ryan-mobiljip.com)



Para pecinta Land Rover Defender nampaknya bisa sedikit bernafas lega. Setelah sebelumnya, masa depan mobil segala medan ini terkatung-katung, kini Land Rover mulai serius menjaga ikon miliknya itu. Sebuah mesin baru pun mereka siapkan.
Land Rover seperti detikOto kutip dari Autocar, Sabtu (13/8/2011) saat ini sedang menyiapkan sebuah mesin diesel baru berkasitas 2.2 liter untuk menggantikan sebonggo mesin 2.4 liter yang selama ini digendongnya.

Namun meski terlihat mengalami penurunan kapasitas, mesin Land Rover model tahun 2012 itu nantinya akan menghasilkan tenaga hingga 120 bhp pada putaran 3.500 rpm dan torsi sebesar 266 lb-ft pada 2.000 rpm, sama dengan kekuatan mesin sebelumnya.


Sementara untuk kemampuan berlari, Land Rover Defender terbaru nanti akan sedikit lebih kencang dari Land Rover Defender yang ada sekarang. Karena mobil tahun 2012 dengan mesin baru ini mampu berlari hingga 145 km/jam, sedikit lebih kencang dibanding kemampuan berlari 132 km/jam yang dimilik Defender sekarang.

Untuk Land Rover Defender baru ini, produsen Inggris itu menawarkan dua paket yakni Comfort Pack yang dilengkapi dengan penyejuk udara, CD player, electric windows dan remote central locking. 

Sementara Off-Road Pack menawarkan ABS, rims dan ban off-road dan berbagai keperluan off road lain. Di Inggris, keduanya dilepas dengan harga mulai dari 21.895 atau sekitar Rp 305 jutaan dan kemungkinan akan diperlihatkan di Frankfurt Motor Show yang akan dibuka pada 13 September mendatang. 

"Dengan diperkenalkannya mesin 2.2 liter diesel baru dan dua paket pilihan, Defender 2012 sekarang menawarkan pilihan bagi pelanggan, lebih besar daripada sebelumnya," ungkap Land Rover Global Brand Director, John Edwards.


Jeep Cherokee 1996

Malu dibilang cupu alias ‘culun punya' sama teman kampusnya, maka tongkrongan Jeep Cherokee lansiran 1996 pun diubah untuk mendapatkan tampang yang macho dan tampan.
Untuk mendukung tema tersebut, Dhio Gautama sang owner menitik beratkan pada tampilan outlook. Dengan bantuan tangan rumah modifikasi Velocity, asal Bandung. Dhio pun berpesan agar proses ubahan seluruhnya harus mengadopsi komponen buatan lokal. Alasannya, selain ekonomis juga pengerjaannya dapat lebih cepat selesai karena tidak perlu mengimpor suku cadang maupun aksesori yang umumnya membutuhkan waktu lama. 


 

Bak gayung bersambut, sang modifikator mengiyakan keinginan tersebut. Sebut saja towbar dan bullbar depan yang merupakan rakitan lokal dirancang bergaya ARB, yang dilengkapi winch M9000 dan sepasang lampu kabut Hella. 

Kesan macho didapat akibat pemasangan fender replica Bushweker berkelir hitam yang terbuat dari bahan fiber. Penampilan luarnya diselaraskan dengan penggunaan velg Procom, yang dibalut ban penggaruk tanah dari Maxis Bighorn ukuran 32 inci. Ban besar itu bisa masuk dikolong spakbor lantaran suspensinya ditinggikan (lift up) 3 inci yang memakai sokbreker high performance buatan Old Man Emu.

Aksesori tambahan untuk atap dipasang lampu strobo, yang tampak terbungkus agar tidak di stop pak polisi. "Untuk sehari-hari lampu strobo ditutup supaya mengikuti aturan yang berlaku, dipakai pada saat adventure off road saja," terang pria yang juga hobi bersepeda ini.


Sama seperti mesin yang tetap mengandalkan standarnya, bagian dalam juga tidak ada perubahan berarti. Paling sebatas penambahan radio komunikasi tipe kenwood TM-271. Sementara ini, Dhio mengaku puas dengan hasil ubahan tersebut. Penampilannya tidak cupu lagi untuk mobil dinas ke kampus, mall dan masuk hutan. Hehehe! (Ryan-mobiljip.com/RAW)

Data spesifikasi :
Cherokee th 96, owner Dhio Gautama, mahasiswa Universitas Pelita Harapan, velg Procom, ban Maxxis 32', sokbreker OME, Fender Replika Bushweker Bdg, Towbar& Bulbar Mack equipment, Bengkel Velocity.

  
Melesat dengan kecepatan tinggi dan mampu merayap tebing pegunungan itulah fitur yang melekat pada Jeep Wrangler Blue Crush yang sosoknya diilhami dari balap King of the Hummers.Bagian inti Blue Crush dibekali mesin alumunium Mopar hemi 426 kubik inci, yang dipasangkan dengan transmisi perpindahan gigi spek tinggi 545RFE plus transfercase. Kombinasi tersebut menghadirkan tenaga kuda sebesar 540 hp.

Kinerja monster ini sangat ‘gila', sehingga tidak bisa dijelaskan dengan kalimat. Dan jangan berharap untuk menemukan pada Jeep standar lainnya. 
Ok supaya gak penasaran, ternyata Blue Crush didukung peranti suspensi off road ber-performa tinggi untuk mengimbangi kinerja mesinnya. Terdapat, sok internal sistem bypass, stabilizer bar depan, full hydro power steering, serta satu set ban ukuran raksasa 39 inci yang membungkus velg "18 yang berguna untuk melahap segala medan termasuk jalan bebatuan yang tidak rata. Disamping itu, Wrangler Blue Crush juga didukung rangka baja, jok racing, fuel cell dan bemper dari alumunium.


Kualitas desain Khan terhadap kendaraan Jeep Wrangler memang dikenal sangat mumpuni, mereka bisa mengubah kendaraan biasa menjadi luar biasa. Oleh sebab itu, nama Afzal Kahn sudah tidak asing lagi untuk kendaraan standart, dan Jeep Wrangler mulai menjadi salah satu ikon visual dalam dunia desainer Inggris.
Dari segi penampilan, Jeep Wrangler memang sudah dibekali dengan bagian eksterior yang tidak biasa, namun untuk manifestasi paling baru, kendaraan hasil garapan Kahn ini mampu mengekspresikan karakter dari para penggunanya.
Kali ini, Khan mencoba menghiasi beberapa bagian dari Jeep Wrangler antara lain dengan memasang roda RS (9 x 20), menurunkan suspensi, menggunakan nappa hitam, membalut bagian interior dengan nuansa yang lembut, dan menggunakan sistem pembuangan Kahn Design Alcantara.

Yang perlu dicatat adalah, ukuran roda 275x20x55 tidak direkomendasikan oleh para tuner, yang mereka sarankan adalah dengan menggunakan ukuran 275x55x20, roda tersebut tidak lama lagi akan tersedia di pasaran meskipun stocknya terbatas. Afzal Kahn berpendapat, dengan merancang ulang desain Jeep Wrangler, mereka bisa lebih menggambarkan sosok gaya hidup yang identik dengan kecakapan di dunia off-road, bersifat individualis, dan berjiwa petualang.

"Kami melakukannya dengan rasa antusiasme off-road di dalam pikiran," ucap Afzal Khan.

Jeep Wrangler Khan Design 2011 Rear Side View 300x168, merupakan kendaraan petualang yang menawarkan sosok individualis dari sebuah mobil dan pastinya berbeda dari biasanya. Tidak seperti beberapa Jeep lain yang tidak menyesuaikan medan dan kegunaan jalan.

FJ40-1961

Sejak pertama kali mengoleksi mainan diecast jip, Nanda sudah kepincut dengan kendaraan jenis 4x4. Nah, kebetulan Ayahnya menemukan unit Toyota FJ40 lansiran 1961 milik seseorang dalam kondisi bahan setengah jadi. Singkat cerita, negosiasi berlangsung akhirnya FJ yang sudah berkelir broken white tersebut berhasil dibawa pulang dan diberikan kepada sang buah hati. Sungguh figure ortu idaman bagi seorang Nanda mempunyai Ayah yang pengertian. Hehe..Oke lanjut! 
Dalam benak pria kelahiran Jakarta 22 tahun silam ini, gaya vintage dinilai paling cocok untuk  jip bermesin standar 3.800 cc (F135) asal Jepang miliknya. "Yah, hitung-hitung sekalian memperoleh pengalaman dan tantangan baru soal membangun mobil menjadi seperti baru keluar dari pabrik", ujar mahasiswa President University ini.
Sebut saja, komponen kecil seperti tombol di dashboard, tuas kaca jendela, klakson, lampu sein, sampai grill depan yang kesemuanya harus orisinal (Original Equipment Manufacturer) diburu walau memakan waktu hingga dua tahun. Untuk mendapatkannya kondisi barang ada yang diperoleh dari lokasi junkyard, maupun kondisi baru. Tak hanya itu dongkrak asli bawaan pabrikan pun diperoleh dengan perjuangan keras. Paling akhir adalah mendapatkan sarung pembungkus jok OEM yang didapatnya dalam kondisi second.
"Sarung bawaan asli mobil ini masih dalam proses perbaikan, nantinya akan dipasang menggantikan bahan kursi yang dipakai saat ini", jelas Nanda. Sembari menambahkan yang paling unik dari jip bertransmisi 3 kecepatan manual dengan peranti mekanik 4x4 vacum ada pada engkol mesin di bagian depan yang masih lengkap dan juga bisa difungsikan bila tidak ingin menghidupkan mesin dengan kunci kontak yang juga masih orisinal.
Dari kesemua bagian proses restorasi meliputi interior dan eksterior, mungkin yang tidak orisinal hanya penggunaan kanvas model bestop, yang mengadopsi produk lokal. Pasalnya, mencari penutup kabin pilar B tersebut lumayan sulit. Sedangkan, urusan dapur tenaga dibiarkan dalam kondisi standar, paling hanya sebatas merapihkan perkabelan. Sebagai kakinya dipilih velg kaleng ukuran 15 plus dop (penutup velg) OEM yang dibalut ban Extragrip supaya terlihat lebih jantan.

Hasilnya, FJ 40 vintage style ini tampil memukau, hingga siapa pun yang melihat jip tersebut pasti terkagum-kagum.




Jika sebelumnya Mercedes-Benz, meluncurkan G55 versi AMG. Tapi, kini G55 keluar dengan versi Hamann. Rumah modifikasi asal Jerman ini merancang ulang SUV anyar berbodi klasik tersebut.

Sebut saja, seperangkat kit penunjang aerodinamis, air flow, roof spoiler, sepasang lampu LED daytime running (yang menyala pada siang hari), spoiler depan yang terintegrasi dengan diffuser dan juga termasuk 13 komponen set yang terbuat dari bahan fiber seperti (radiator grill, headlight protective grid, mirror cases, door handles, air inlets in the side wings, bonnet air blind).

Untuk mesin 5.4 liter, produsen Hamann menambahkan perangkat performa agar mesinnya lebih bertenaga. Yang kini mampu menelurkan sebanyak 600 hp sebelum hanya (507 Hp), dan tenaga bawah sebesar 782 Nm (versi AMG 700 Nm). Hasilnya melaju dari 0-60 dapat dicapai dalam 5 detik, dengan tenaga maksimal 162 km/jam.

Untuk kaki-kakinya, mengaplikasi velg edisi racing "Anodized", yang terbuat dari bahan ultra ringan dengan motif kombinasi warna hitam dan titanium, berukuran 24 inci,dengan offset 10,5 inci rata, yang dibungkus ban 315/35 R 24 membuat tampangnya semakin gagah.

Pada interiornya Hamann memberikan sentuhan alumunium halus, mencakup pedal set dan foot rest. Selain itu, sebanyak 24 jenis komponen menggunakan bahan karbon fiber. Untuk karpetnya terdapat logo timbul yang dibordir bertuliskan Hamann, setir model 4 palang yang memudahkan pengendalian. Namun, secara keseluruhan interior masih menampilkan nuansa kulit untuk jok dan plafon.


 Berbicara kendaraan off-road, kehandalan Jeep Wrangler dalam bermanuver bahkan merayap di track tanah sudah tidak diragukan lagi. Nah, terbaru hasil kolaborasi dengan produsen aftermarket, AEV menciptakan Wrangler Hemi AEV edisi 2011 menawarkan paket kenyamanan dan performa yang mengalami peningkatan ketimbang versi JK standar.Untuk mengetahui lebih jauh, tiga JK, 2 versi AEV dan 1 standar kami lakukan uji coba di medan perbukitan dan bebatuan yang berlokasi di kawasan Harisson, Michigan, A.S. Untuk menuju kesana kendaraan harus melewati jalan raya sepanjang 150 mil, sekalian mengetes kemampuannya di jalan datar.


Panampilan eksterior JK AEV dibedakan dari pemakaian velg 17 inci yang dibalut ban 35 inci BFGoodrich all terrain. Disamping itu, pemakaian lampu, skid plates, snorkel, kap mesin, splash guard, hingga winch menjadi pembeda dari varian standar. 


Bagian suspensinya juga ditingkatkan dengan tambahan komponen high steer kit mengoptimalkan kemudi dan memungkinan pengendalian lebih baik. System ini juga terdapat steering damper yang lebih besar untuk menjaga kestabilan saat bermanuver. 


Tidak hanya itu, para teknisi AEV menambahkan premium suspension lift kit 3.5 inci. Termasuk, set-up ulang tingkat progresifitas per, custom sokbreker, geometri rear tower dan trackbar, rear stabilizer end link serta front control arm drop brackets berperforma tinggi. Kesemuanya, bertujuan memberikan tingkat pengendaraan mulus di jalan datar tidak seperti tipikal kebanyakan jip offroad.


 Lalu perbedaan lainnya terdapat di balik bonnet. Kalau JK standar hanya memiliki dapur pacu 3.8 liter, V6 bertransmisi 5 percepatan otomatis sedangkan besutan versi AEV Dibekali mesin berkapasitas 5.7 liter Hemi, V8 yang meningkat 158 hp dan 153 Nm dengan total produksi tenaga kuda 360 hp dan torsi maksimum 390 Nm. AEV, juga menyertakan seperangkat girboks otomatis baru 5 tingkat percepatan. 

Tapi tentu, dengan perubahan dibalik kap mesin tersebut ada keuntungan dan kelemahan. Sudah pasti pengaruh pada bobot yang meningkat karena mesin V8 tergolong berat, saat akselerasi di kecepatan tetap baik namun di rpm bawah perlu sedikit usaha untuk menyalip kendaraan didepan saat berada di jalan bebas hambatan.

Begitu juga saat melakukan manuver di medan off road. Tidak berlebihan jika Wrangler JK mampu beradaptasi dengan sempurna. Kondisi gravel yang tidak beraturan, melewati jalan tanah berlumpur bukan suatu halangan, kinerja four wheel drive-nya menunjukkan penanganan luar biasa. Terlebih kombinasi mesin besar dan suspensi yang telah ditingkatkan membuat segala sesuatunya kian mudah.


 Gelaran Indonesian International Motor Show (IIMS) ke-19 di JIExpo Kemayoran, Jakarta merupakan moment penting bagi sejumlah pabrikan otomotif untuk memperkenalkan produk baru dan unggulan mereka. Salah satu eksibitor yang cukup ramai dikunjungi pengunjung adalah stand Jeep. Bertepatan dengan Ulang Tahun pabrikan Jeep yang ke-70, PT Garansindo Inter Global sebagai ATPM Chrysler Jeep di Indonesia pun ikut merayakan dengan mempersembahkan sebuah mobil Jeep Wrangler Rubicon yang telah dimodifikasi khusus.

Tampilan garangnya berhasil membuat para pengunjung IIMS yang menyambangi stand Jeep meneteskan air liur plus penasaran. Tampilannya begitu gagah perkasa dan macho. Bagian eksterior hingga bagian dalamnya telah dimodifikasi a'la adventure. Bahkan bagian kolong mobilnya pun ikut dipermak . Hampir seluruh part modifikasi yang digunakan adalah genuine part keluaran MOPAR.

Kaki-kakinya dibuat jangkung dengan lift-kit setinggi 2-inchi dan diperkuat dengan suspensi heavy duty keluaran MOPAR. Velg aluminium-alloy 17-inch keluaran Jeep pun dibalut dengan ban Maxxis. Bemper depan dan belakangnya menggunakan model off-road buatan MOPAR Jeep Authentic Accessories. Pada bemper depannya terpasang sebuah winch Warn 9.5 cti yang diapit oleh sepasang lampu off-road keluaran Hella for MOPAR. Kap mesin pun telah diganti dengan bahan fiberglass dan dilengkapi dengan air-scoop serta lubang untuk snorkel keluaran American ExpeditionVehicles. Kap mesin pun tak lupa menggunakan bonnet lock agar lebih aman saat ber off-road ria. Pintu pun telah diganti dengan model pipa tubular yang dibalut dengan kain Bestop warna hitam.


Jika sebelumnya sosok gagah Jeep Wrangler identik dengan modifikasi off road, maka tuner asal Inggris, Project Kahn justru mengubah mobil yang identik dengan kejantanan ini menjadi lebih kalem dan cocok sebagai kendaraan dalam kota. Melalui paket ubahan berjuluk The Road Is My Catwalk ini, keinginan tim yang dipimpin oleh Afzal Kahn untuk menyatukan aura fashionable pada sebuah mobil jelajah seperti Jeep Wrangler dapat tercapai. 

Wrangler ini kini hadir dengan tampilan klimis tanpa bull bar, atau ban pacul khas kendaraan off road. Sedangkan kelengkapannya ada atap model targa yang dapat terbuka layaknya sun roof, lalu telescopic headlight, lampu sein bening, serta pelek berdesain multispoke special berukuran 20 inci. 


Sedangkan di dalam kabin terdapat nuansa two tone merah-hitam. Terlihat warna red facia di panel speedometernya dan kelir claret red yang terdapat di bahan kulit pelapis jok. Sementara itu, warna hitam mengawal dashboard dan sisi pintu nya.


Saya merupakan salah satu penggemar terbesar Jeep. Bahkan saya pribadi juga memiliki kendaraan ini yang sering saya pakai untuk bepergian di Lake District, Inggris. Dan saya rasa, atap model targa merupakan varian yang cocok untuk berjalan-jalan, pungkas Afzal Kahn. 

 Range Rover Sport Project Kahn

roject Kahn kembali mengeluarkan karya terbaiknya, dengan memodifikasi Range Rover Sport bertampang menyeramkan. Warna pada bodi diibaratkan seperti lahar api yang keluar dari gunung meletus.


Nah, proyek terbaru Kahn tersebut dinamakan Edisi Vesuvius yang berarti lahar api dari gunung merapi yang menghancurkan kota romawi di Pompeii dan Herculaneum, Italia.

Lihat saja, kelir hitam gelap di sekujur bodi dengan atap berwarna oranye hingga bagian tengah kap mesin sampai grill yang dilukiskan sebagai lahar yang turun dari gunung. Motif senada juga tampak di lips spoiler depan dan side step. Perpaduan dua warna tersebut juga menghias interior yang kian kontras sebut saja lapisan jok kulit, setir hingga panel pintu. 


Dan, bila berminat menebus SUV yang disebut tuner Khan "meletus dengan keanggunan" ini siapkan dana sebesar U.S $ 115,000 baru bisa parkir di garasi rumah Anda. Wow!

1 komentar:

  1. The Jeep Willys CJ-5 (after 1964 4x4 CJ-5) was influenced simply by new business owner, Chef, and the Korean language War M38A1 Jeep. It was meant to replace the CJ-3B, yet that unit continued in production. The CJ-5 repeated this design, continuing in production for 3 decades whilst three more recent models made an appearance. "The CJ-5 has the unique honor to be a vehicle that was hard to destroy off... equaling the greatest production operate of notice. "

    BalasHapus