Kamis, 31 Desember 2009

Bikin Windows Palsu jadi 100% Genuine

Sudah bukan rahasia lagi, bahwa kebanyakan orang Indonesia menggunakan Windows XP palsu alias bajakan. tapi bukan berarti Windows XP bajakan tidak asli, yang membedakan asli atau palsu terletak pada NOMOR SERIAL-nya. Terus gimana kalo Windows XP yang kita gunakan bajakan??? Jangan khawatir ini ada postingan yang baik hati untuk menolong kita. Berhati-hatilah, jika Windows XP anda palsu, kalo kena razia, wah bisa gawat ujung-ujungnya. Nah …. Supaya aman gantilah NOMOR SERIALnya. Tapi bagaimana kalau kita malas instal ulang ??? Don’t worry friend ! Anda tetap bisa koq, mau tahu caranya ??? Ikuti langkah-langkah penelusuran berikut :
1). Terlebih dulu cek dengan menggunakan Microsoft Genuine Advantage Diagnostic Tool, jika yang muncul invalid product key atau Blocked VLK berarti windows yang anda gunakan PALSU.
2). Lalu masuk ke start->run
- Ketikan Regedit.
- Anda akan di bawa ke registry editor.
3). Masuk ke HKEY LOCAL MACHINE -> SOFTWARE -> Microsoft -> WindowsNT -> CurrentVersion -> WPAEvents
4). Pada panel sebelah kanan, klik dua kali OOBETimer
5). Hapus semua yang dapat dihapus dalam kotak value data dan KLIK tanda silang (X)
6). Masuk ke Run Lagi ketikan : oobe/msoobe /a dan kilk OK
7). Pilih Yes, I want to telephone ... dan klik Next
8). Klik Change Product Key .
9). Masukan kodenya dan klik remidMe later.
Ada beberapa serial number windows Xp yang sudah terbukti genuine :
- V2C47-MK7JD-3R89F-D2KXW-VPK3J
- H689T-BFM2F-R6GF8-9WPYM-B6378
- WCBG6-48773-B4BYX-73KJP-KM3K3
10). Lalu Restart PC anda.
11). Buka Microsoft Genuine Advantage Diagnostic Tool. Dan Sekarang Windows XP Anda jadi ASLI.
Horeeee !!!! Anda juga ternyata bisa mengubahnya jadi Windows GENUINE !!!
Microsoft Genuine Advantage Diagnostic Tool dapat di download disini :
http://unrated.110mb.com/Tool.zip
Jika kurang jelas silahkan download fle pdfnya disini : http://rapidshare.com/files/243240417/ cara_MERUBAH_WINDOWS_XP_PALSU_JADI_GENUINE.pdf
Perhatian : ini bukan maksud untuk mengajarkan tapi hanya untuk menambah wawasan saja.
Sekian dari saya semoga bermanfaat .

Rabu, 23 Desember 2009

Share koneksi internet dengan LAN

Berikut ini adalah cara share koneksi internet kabel dengan 2 LAN card pada windows XP.

Ada 4 langkah :
1. Jaringan default dari kabel ISP
2. Setting windows agar bisa share koneksi
3. Setting IP pada tiap LAN card
4. Hubungkan LAN kedua dan silakan browsing

Jaringan default dari kabel ISP
ISP via tv kabel ->> cable modem ->> LAN card komputer pertama. pastikan internetnya sudah hidup dan  udah bisa browsing.

Setting windows agar bisa share koneksi
  • Start -> >Programs ->> accessories ->> Communications -> >Network Setup Wizard Next sampai muncul windows. defaultnya adalah LAN card yang konek ke internet. tinggal next saja sampai selesai. kalau minta di save ke disket di tolak jawab NO dan finish.
  • Pastikan Internet Connection Sharing pada LAN properties pada komputer pertama yang terhubung ke  cable modem terpilih.
  • cek “Allow other network users to connect through this computer’s Internet connection” internet connection sharing
Setting IP pada tiap LAN card
Setting LAN card yang ke internet (komputer 1) – default dari teknisinya.
- Obtain an iP address automaticaly
- Obtain DNS Server Address Automatically

 Setting LAN card yang menuju Komputer Lain (komputer 1) :
IP Address         : 192.168.0.5
Subnet Mask      : 255.255.255.0
Default Gateway : Kosongin aja
DNS                  : Kosongin aja

Setting LAN card pada Komputer Lain (komputer 2,3,4,5,dsb):
IP Address                : 192.168.0.10
Subnet Mask             : 255.255.255.0
Default Gateway        : 192.168.0.5
Prefered DNS server : Samakan dengan DNS pada LAN card yang konek ke internet
Alternate DNS server : Samakan dengan DNS pada LAN card yang konek ke internet

 Hubungkan LAN kedua dan silakan browsing
Sambungkan LAN card antara komputer 1 dan komputer 2 dengan menggunakan kabel cross. silakan browsing.

Tambahan :

Bagi yang tidak tau cara setting IP
  • Start -> Settings -> Control Panels -> Network Connections
  • Klik kanan -> Properties (pada Local Area Connection)
  • Pada Tab -> general
  • Cari This connection use the following items -> Internet Protocol [TCP/IP]
  • Klik properties -> pada tab general pilih obtain an iP address automaticaly
  • Ini setting yang DHCP, untuk yang statik pilih Use this following IP address.
Bagi yang tidak tau cara liat DNS
  • Start -> Settings -> Control Panels -> Network Connections
  • klik kiri 2x pada LAN card yang konek ke internet
  • pada Tab -> Support
  • ada tombol detail, disana ada yang namanya DNS servers, itulah DNS dynamic yang diberikan oleh ISP anda.
Note:
 1. gunakan kabel cross untuk menghubungkan lan card pc1 dan lan card pc ke 2.
 2. gunakan kabel straight untuk menghubungkan cable modem dan lan card pc1

Ringkasan :
1. pastikan koneksi internet dari ISP sudah jalan.
2. share koneksi pada LAN card pertama. (liat pada bagian Setting windows agar bisa share koneksi)
3. setting IP, subnet mask, gateway dan dns pada tiap LAN card.
4. selamat internet anda sudah di share.
5. jangan lupa gunakan kabel cross untuk menghubungkan lan card pc1 dan lan card pc2.

Selasa, 15 Desember 2009

NASA: Dunia Tidak Akan Kiamat pada 2012


TEMPO Interaktif, Jakarta - Isu dunia bakal kiamat pada 2012 karena akan ditabrak planet Nibiru, yang menghebohkan dunia termasuk Indonesia gara-gara film yang mulai diputar pekan ini, dibantah lembaga antariksa Amerika Serikat, NASA.

Film "2012" mulai diputar pekan ini di seluruh dunia, termasuk Jakarta, dengan kisah kehancuran dunia pada 2012 akibat kedatangan planet raksasa Nibiru.  Pemasaran film itu dibuat dengan sangat spektakuler dan menyakinkan, termasuk membuat situs palsu "Institute for Human Continuity" yang telah menilai ancaman kelangsungan hidup manusia selama 25 tahun.

Sejumlah infotainment di Indonesia pun dengan semangat bercerita tentang keberadaan planet Nibiru yang bakal menghantam dunia pada 2012. Mereka, seperti dalam film, juga mengkaitkan dengan kalendar Maya yang bakal memasuki akhir masa--seperti akhir tahun di kalender bangsa lain--pada 2012. Akibat kepanikan ini, lembaga antariksa yang dianggap paling bagus di dunia, NASA, mendapat ribuan surat mempertanyakan kebenaran planet Nibiru itu. Begitu banyak pertanyaan sampai akhirnya NASA membuat situs khusus yang membantah bakal ada bencana besar pada 2012.

Dalam situs resminya, NASA mengatakan isu kiamat 2012 itu dimulai karena Nibiru--planet yang disebut ditemukan bangsa Sumeria--sedang bergerak ke arah Bumi. Saat berada di dekat bumi itu, kehadirannnya membuat bencana besar. Bencana ini, oleh peramalnya, semula disebut akan terjadi pada Mei 2003. "Tapi saat kiamat tidak terjadi saat itu, tanggal digeser menjadi Desember 2012," ungkap NASA.

Dongengan Nibiru ini kemudian digabung dengan cerita bahwa kalendar suku Maya akan berakhir pada akhir 2012. Menurut NASA, kalendar Maya memang sangat panjang dan berakhir pada 2012. Tapi kalendar itu tidak berbeda dengan kalendar Masehi yang berakhir 31 Desember dan mulai lagi pada 1 Januari. Jadi, nantinya kalendar Maya berakhir 2012 itu akan mulai lagi tanggal satunya.

Dalam teori kiamat itu, juga disebut bahwa posisi bumi, matahari, dan pusat galaksi Bima Sakti bakal dalam satu garis lurus. Menurut NASA, "Setiap Desember, Bumi dan matahari dalam satu garis lurus dengan pusat Galaksi Bima Sakti tapi kejadian tahunan itu tidak ada dampak apapun."

NASA juga menambahkan soal teori planet bernama Nibiru, Planet X, atau Eris yang akan mendekati bumi dan menciptakan bencana. Dalam situs resminya, NASA mengatakan, "Niburu dan cerita tentang planet yang mendekat itu bualan Internet." Nasa mengatakan tidak ada dasar fakta yang menjadikan cerita itu dipercaya. "Jika Nibiru atau Planet X itu nyata dan bergerak menuju Bumi pada 2012, astronom akan bisa melacak setidaknya sejak 10 tahun lalu dan sekarang sudah bisa terlihat dengan mata telanjang," katanya.

Satu-satunya yang agak benar adalah soal Planet Iris. Tapi itu planet kecil seperti Pluto dan terus bergerak di garis orbit di luar. Ia tidak mendekati bumi. Teori lain yang diributkan adalah poros bumi akan berpindah. Menurut NASA, tidak mungkin rotasi bumi berbalik arah putaran.

Soal bumi bakal dihantam oleh komet atau asteroid raksasa, menurut NASA, memang mungkin terjadi. Tapi, pada 2012 tidak ada tanda-tanda. Jika ada asterorid raksasa atau komet bakal menabrak, manusia akan melihat bertahun-tahun sebelumnya.

Tabrakan besar benda langit dengan bumi terjadi pada 65 juta tahun silam dan mengakibatkan dinosaurus punah. NASA selalu mengamati jika ada benda langit berbahaya. "Kami sudah memastikan tidak ada asteroid berbahaya sebesar yang memunahkan dinosaurus," ungkap NASA.

Soal badai matahari besar pada 2012? NASA mengungkapkan bahwa setiap 11 tahun ada badai matahari besar dan kadang menyebabkan kerja satelit terganggu. Tapi satelit sekarang sudah sanggup menghadapi badai matahari. Yang jelas, ungkap NASA, "Tidak ada risiko khsusu terkait 2012."

Badai matahari berikutnya bakal terjadi pada sekitar 2012-2014 dan itu badai matahari biasa. "Tidak berbeda dengan badai yang sebelumnya ada," ungkap NASA

Sabtu, 05 Desember 2009

Planet X Bukan Planet Nibiru

Bagian luar Tata Surya masih memiliki banyak planet-planet minor yang belum ditemukan. Sejak pencarian Planet X dimulai pada awal abad ke 20, kemungkinan akan adanya planet hipotetis yang mengorbit Matahari di balik Sabuk Kuiper telah membakar teori-teori Kiamat dan spekulasi bahwa Planet X sebenarnya merupakan saudara Matahari kita yang telah lama “hilang”. Tetapi, mengapa kita harus cemas duluan akan Planet X/Teori Kiamat ini? Planet X kan tidak lain hanya merupakan obyek hipotetis yang tidak diketahui?

Teori-teori ini didorong pula dengan adanya ramalan suku Maya akan kiamat dunia pada tahun 2012 (Mayan Prophecy) dan cerita mistis Bangsa Sumeria tentang Planet Nibiru, dan akhirnya kini memanas sebagai “ramalan kiamat” 21 Desember 2012. Namun, bukti-bukti astronomis yang digunakan untuk teori-teori ini benar-benar melenceng.

Pada 18 Juni kemarin, peneliti-peneliti Jepang mengumumkan berita bahwa pencarian teoretis mereka untuk sebuah massa besar di luar Tata Surya kita telah membuahkan hasil. Dari perhitungan mereka, mungkin saja terdapat sebuah planet yang sedikit lebih besar daripada sebuah objek Plutoid atau planet kerdil, tetapi tentu lebih kecil dari Bumi, yang mengorbit Matahari dengan jarak lebih dari 100 SA. Tetapi, sebelum kita terhanyut pada penemuan ini, planet ini bukan Nibiru, dan bukan pula bukti akan berakhirnya dunia ini pada 2012. Penemuan ini adalah penemuan baru dan merupakan perkembangan yang sangat menarik dalam pencarian planet-planet minor di balik Sabuk Kuiper.

Dalam simulasi teoretis, dua orang peneliti Jepang telah menyimpulkan bahwa bagian paling luar dari Tata Surya kita mungkin mengandung planet yang belum ditemukan. Patryk Lykawa dan Tadashi Mukai dari Universitas Kobe telah mempublikasikan paper mereka dalam Astrophysical Journal. Paper mereka menjelaskan tentang planet minor yang mereka yakini berinteraksi dengan Sabuk Kuiper yang misterius itu.

Kuiper Belt Objects (KBOs)

Sedna, salah satu objek di Sabuk Kuiper. Kredit : NASA
Sabuk Kuiper menempati wilayah yang sangat luas di Tata Surya kita, kira-kira 30-50 SA dari Matahari, dan mengandung sejumlah besar objek-objek batuan dan metalik. Objek terbesar yang diketahui adalah planet kerdil (Plutoid) Eris. Telah lama diketahui, Sabuk Kuiper memiliki karakteristik yang aneh, yang mungkin menandakan keberadaan sebuah benda (planet) besar yang mengorbit Matahari dibalik Sabuk Kuiper. Salah satu karakterikstik tersebut adalah yang disebut dengan “Kuiper Cliff” atau Jurang Kuiper yang terdapat pada jarak 50 SA. Ini merupakan akhir dari Sabuk Kuiper yang tiba-tiba, dan sangat sedikit objek Sabuk Kuiper yang telah dapat diamati di balik titik ini. Jurang ini tidak dapat dihubungkan terhadap resonansi orbital dengan planet-planet masif seperti Neptunus, dan tampaknya tidak terjadi kesalahan (error) pengamatan. Banyak ahli astronomi percaya bahwa akhir yang tiba-tiba dalam populasi Sabuk Kuiper tersebut dapat disebabkan oleh planet yang belum ditemukan, yang mungkin sebesar Bumi. Objek inilah yang diyakini Lykawka dan Mukai, dan telah mereka perhitungkan keberadaannya.

Para peneliti Jepang ini memprediksikan sebuah objek besar, yang massanya 30-70 % massa Bumi, mengorbit Matahari pada jarak 100-200 SA. Objek ini mungkin juga dapat membantu menjelaskan mengapa sebagian objek Sabuk Kuiper dan objek Trans-Neptunian (TNO) memiliki beberapa karakteristik orbital yang aneh, contohnya Sedna.


Objek-objek trans Neptunian. Kredit : NASA
Sejak ditemukannya Pluto pada tahun 1930, para astronom telah mencari objek lain yang lebih masif, yang dapat menjelaskan gangguan orbital yang diamati pada orbit Neptunus dan Uranus. Pencarian ini dikenal sebagai “Pencarian Planet X”, yang diartikan secara harfiah sebagai “pencarian planet yang belum teridentifikasi”. Pada tahun 1980an gangguan orbital ini dianggap sebagai kesalahan (error) pengamatan. Oleh karena itu, pencarian ilmiah akan Planet X dewasa ini adalah pencarian untuk objek Sabuk Kuiper yang besar, atau pencarian planet minor. Meskipun Planet X mungkin tidak akan sebesar massa Bumi, para peneliti masih akan tetap tertarik untuk mencari objek-objek Kuiper lain, yang mungkin seukuran Plutoid, mungkin juga sedikit lebih besar, tetapi tidak terlalu besar.

“The interesting thing for me is the suggestion of the kinds of very interesting objects that may yet await discovery in the outer solar system. We are still scratching the edges of that region of the solar system, and I expect many surprises await us with the future deeper surveys.” – Mark Sykes, Direktur Planetary Science Institute (PSI) di Arizona.

Planet X Tidaklah Menakutkan
Jadi, dari mana Nibiru ini berasal? Pada tahun 1976, sebuah buku kontroversial berjudul The Twelfth Planet atau Planet Kedua belas ditulis oleh Zecharian Sitchin. Sitchin telah menerjemahkan tulisan-tulisan kuno Sumeria yang berbentuk baji (bentuk tulisan yang diketahui paling kuno). Tulisan berumur 6.000 tahun ini mengungkapkan bahwa ras alien yang dikenal sebagai Anunnaki dari planet yang disebut Nibiru, mendarat di Bumi. Ringkas cerita, Anunnaki memodifikasi gen primata di Bumi untuk menciptakan homo sapiens sebagai budak mereka.

Ketika Anunnaki meninggalkan Bumi, mereka membiarkan kita memerintah Bumi ini hingga saatnya mereka kembali nanti. Semua ini mungkin tampak sedikit fantastis, dan mungkin juga sedikit terlalu detail jika mengingat semua ini merupakan terjemahan harfiah dari suatu tulisan kuno berusia 6.000 tahun. Pekerjaan Sitchin ini telah diabaikan oleh komunitas ilmiah sebagaimana metode interpretasinya dianggap imajinatif. Meskipun demikian, banyak juga yang mendengar Sitchin, dan meyakini bahwa Nibiru (dengan orbitnya yang sangat eksentrik dalam mengelilingi Matahari) akan kembali, mungkin pada tahun 2012 untuk menyebabkan semua kehancuran dan terror-teror di Bumi ini. Dari “penemuan” astronomis yang meragukan inilah hipotesis Kiamat 2012 Planet X didasarkan. Lalu, bagaimanakah Planet X dianggap sebagai perwujudan dari Nibiru?

Kemudian terdapat juga “penemuan katai coklat di luar Tata Surya kita” dari IRAS pada tahun 1984 dan “pengumuman NASA akan planet bermassa 4-8 massa Bumi yang sedang menuju Bumi” pada tahun 1933. Para pendukung hipotesis kiamat ini bergantung pada penemuan astronomis tersebut, sebagai bukti bahwa Nibiru sebenarnya adalah Planet X yang telah lama dicari para astronom selama abad ini. Tidak hanya itu, dengan memanipulasi fakta-fakta tentang penelitian-penelitian ilmiah, mereka “membuktikan” bahwa Nibiru sedang menuju kita (Bumi), dan pada tahun 2012, benda masif ini akan memasuki bagian dalam Tata Surya kita, menyebabkan gangguan gravitasi.

Dalam pendefinisian yang paling murni, Planet X adalah planet yang belum diketahui, yang mungkin secara teoretis mengorbit Matahari jauh di balik Sabuk Kuiper. Jika penemuan beberapa hari lalu memang akhirnya mengarah pada pengamatan sebuah planet atau Plutoid, maka hal ini akan menjadi penemuan luar biasa yang membantu kita memahami evolusi dan karakteristik misterius bagian luar Tata Surya kita.

Ditulis oleh pramesti pada 6/24/08

Rabu, 02 Desember 2009

: Bintang Masif Itu Pun Tutup Usia

Obituari Djoni N. Dawanas (1949 – 2009)

Ditulis oleh Tri L. Astraatmadja dan Avivah Yamani.



Bagi mahasiswa-mahasiswa astronomi, kata “Astrofisika” akan diasosiasikan dengan dua orang: Profesor Winardi Soetantyo dan Profesor Djoni N. Dawanas. Pak Winardi (alm.) adalah penulis buku teks “Astrofisika: Mengenal Bintang” yang dikenal sebagai “buku sakti” atau “buku suci” para mahasiswa astronomi—karena isinya yang menyeluruh dan penjelasannya yang singkat namun jelas dan padat—dan Pak Djoni (demikian kami memanggilnya) adalah dosen yang selama bertahun-tahun telah mengajar mata kuliah Astrofisika.

Dr. Djoni N. Dawanas. Kredit : AS ITB

Bagi mahasiswa baru astronomi, kuliah Pak Djoni merupakan kuliah penting yang menanamkan dasar-dasar pemahaman astrofisika yang akan sangat berguna dalam kuliah-kuliah selanjutnya. Kenangan akan kelas astrofisika dasar yang diberikan Pak Djoni tentunya akan terus ada dalam benak setiap mahasiswanya. Cerita demi cerita tentang cara penentuan jarak bintang sampai evolusi bintang seakan membawa mahasiswa masuk dalam dunia baru… dunia yang tak tersentuh secara fisik. Dunia yang membawa kesadaran bahwa para astronom bekerja dalam laboratorium maharaksasa dengan objek yang hanya bisa diamati tanpa bisa disentuh.

Ketika kelas Astrofisika mulai membahas mengenai peran angin bintang dalam evolusi sebuah bintang, Pak Djoni—pria kelahiran Sukabumi 9 Maret 1949, hampir pasti akan membandingkan bintang dengan seseorang yang sedang mengikuti program diet: “Orang gendut seperti saya ini harus diet kalau mau sehat dan panjang umur,” mendengar candaan ini biasanya kami akan tertawa karena Pak Djoni memang badannya besar. Ia lalu akan melanjutkan, “Nah, bintang yang massanya tinggi juga punya program diet untuk memperpanjang usianya, ia akan membubuskan sebagian kecil massanya dalam wujud angin bintang.”


Foto yang diambil oleh Teleskop Antariksa Hubble ini menampilkan pengaruh angin bintang terhadap lingkungan di sekitarnya. Angin bintang yang berhembus dengan hebatnya dari sebuah bintang masif akan bertabrakan dengan materi-materi di sekitarnya sehingga akan terbentuk semacam ``gelembung

Selanjutnya dimulailah pendidikan kami mengenai angin bintang dan bagaimana perannya dalam evolusi sebuah bintang. Inilah subjek yang digemari beliau dan sudah menjadi salah satu tema penelitiannya selama bertahun-tahun.

Pada sesi-sesi kuliah beliau sebelumnya kami telah dibuat sadar bahwa nasib sebuah bintang sebenarnya sudah digariskan kurang-lebih semenjak lahir, dan faktor yang paling menentukan adalah berapa massa bintang tersebut ketika ia lahir. Dalam hal ini “lahir”nya sebuah bintang dapat dianggap sebagai saat ketika bintang tersebut mulai memiliki inti yang menghasilkan reaksi nuklir pembakaran atom Hidrogen.

Bintang dapat tetap stabil selama jutaan hingga milyaran tahun adalah karena adanya kesetimbangan antara dua gaya. Yang pertama adalah gaya gravitasi yang menarik seluruh massa bintang ke arah pusat bintang, dan yang kedua adalah tekanan radiasi yang mendorong materi dan energi hasil reaksi nuklir mengalir ke luar bintang. Semakin besar massa sebuah bintang, semakin besar gaya tarik gravitasi yang mengancam keruntuhan. Untuk menghasilkan tekanan radiasi yang dapat menjadi penyeimbang maka sebuah bintang masif harus membakar semakin banyak massa di dalam tubuhnya. Ini akan memperpendek usia bintang masif tersebut. Kita dapat menghitung secara kasar bahwa usia sebuah bintang yang massanya 60 kali massa Matahari kita “hanya” akan hidup selama 3 Juta tahun, sementara Matahari kita dapat hidup selama 10 Milyar tahun, dan bintang yang massanya hanya 1/10 kali massa Matahari kita dapat hidup begitu lama selama 1 Trilyun tahun.

Dengan demikian bintang juga mengalami perubahan seiring dengan waktu, akan tetapi perubahan ini begitu lambat apabila dibandingkan dengan umur manusia. Namun bintang masif berubah relatif lebih cepat dibandingkan bintang seperti Matahari kita. Apabila Matahari kita relatif stabil selama beberapa Milyar tahun, sebuah bintang masif hanya dapat stabil selama beberapa Juta tahun. Bagaimana kemudian angin bintang dapat memperpanjang usia sebuah bintang? Lagi-lagi hal ini bergantung pada massa bintang yang sedang dibicarakan dan tahap evolusinya sudah sampai mana.

Selain memancarkan radiasi dalam wujud photon, bintang juga memancarkan partikel. Pancaran partikel inilah yang disebut angin bintang. Dua hal penting yang perlu diamati dari angin bintang berapa jumlah massa yang dihembuskan relatif terhadap total massa bintang (ini disebut juga dengan laju kehilangan massa), dan juga berapa kecepatan angin tersebut. Pengamatan menunjukkan bahwa berbagai-bagai jenis bintang memancarkan berbagai-bagai jenis angin bintang pula.

Setiap tahunnya bintang seperti Matahari kita menghembuskan angin bintang hanya sejumlah seperseratus Trilyun bagian dari total massa bintang tersebut, dengan kecepatan angin sekitar 300 km per detik. Karena bintang seperti Matahari kita ini dapat hidup selama 10 Milyar tahun, kita dapat hitung bahwa jumlah massa yang dihembuskan angin bintang seumur hidupnya hanya ~0.01% persen saja dari total massa. Ini bukan jumlah yang signifikan dan kita dapat menyimpulkan bahwa angin bintang tidak berperan penting dalam evolusi bintang seperti Matahari.

Untuk menekankan hal ini Pak Djoni akan menyimpulkan, “Bintang seperti Matahari kita itu termasuk bintang bermassa kecil, sudah kurus jadi tidak perlu diet lagi.” Mahasiswa yang berbadan kurus biasanya akan ditunjuk beliau, “kamu sudah tidak perlu diet lagi kan? Saya nih yang perlu diet.”

Bintang tipe Wolf-Rayet adalah tipe bintang masif dan panas dengan angin bintang berkecepatan tinggi. Setiap tahun sebuah Bintang Wolf-Rayet dapat menghembuskan angin bintang sebesar seperseluruh ribu bagian dari massa totalnya dan memperkaya ruang antar bintang dengan materi baru yang di kemudian hari menjadi bahan mentah pembentuk bintang generasi kedua

Inilah yang menarik apabila kita meninjau sebuah kasus ekstrim yaitu pada bintang masif yang luar biasa terang dan panas. Dalam setahun bintang ini dapat menghembuskan angin sebanyak seperseratus ribu bagian dari total massa bintang tersebut dan kecepatannya pun luar biasa tinggi yaitu sekitar 2000 km per detik. Walaupun bintang masif hanya hidup beberapa puluh juta tahun namun waktu yang singkat itu cukup untuk membuang massa sejumlah beberapa kali massa Matahari kita. Ini kira-kira ~10% dari massa total bintang tersebut dan ini adalah jumlah yang cukup signifikan. Dengan membuang sekitar sepuluh persen massa total selama hidupnya yang singkat itulah sebuah bintang masif dapat memperpanjang usianya dan memperlambat hal yang tak terhindarkan yaitu saat ketika bintang tersebut pada akhirnya akan runtuh dan membentuk lubang hitam.

Begitulah Pak Djoni menerangkan program diet bintang masif, dan yang tak kalah menarik adalah bagaimana Pak Djoni mengakhiri kuliahnya dengan bertanya kepada mahasiswa-mahasiswanya, “lantas angin bintang ini pergi ke mana? Selama puluhan juta tahun ada materi total sebanyak massa Matahari kita dihembuskan, terus jadi apa materi ini?” Seorang mahasiswa yang sudah membaca kisah hidup bintang-bintang masif akan tahu jawaban atas pertanyaan Pak Djoni, namun pertanyaan Pak Djoni biasanya dijawab dengan sunyi.

Pak Djoni kemudian memperkenalkan kami pada sebuah narasi besar tentang siklus kehidupan bintang di alam semesta, sebuah narasi yang detail-detailnya akan kami pelajari dalam fase-fase berikutnya dalam karier kami sebagai astronom. Narasi ini masih dibangun bahkan hingga sekarang. “Angin bintang itu membawa elemen-elemen berat yang dihasilkan di inti bintang. Elemen-elemen ini akan memperkaya komposisi materi antar bintang.”

“Di kemudian hari bintang masif tersebut akan meledak dan menghempaskan lebih banyak lagi elemen-elemen berat. Materi antar bintang yang telah diperkaya ini nantinya dapat menggumpal membentuk bintang generasi berikutnya. Pada bintang generasi baru ini terkandung elemen-elemen berat yang tercipta di dalam inti bintang generasi sebelumnya.”

Kuliah kemudian berakhir. Pak Djoni lalu merokok dan kembali ke kantornya dan melanjutkan penelitiannya. Selain meneliti angin bintang beliau juga meneliti sebuah bintang tipe khusus yang dinamakan Bintang Be (atau disebut juga Bintang B-emisi). Mahasiswa yang mengerjakan skripsi di bawah bimbingan Pak Djoni hampir pasti akan ditawari mengerjakan topik yang terkait dengan Bintang Be, sampai-sampai ada kelakar “to Be or not to Be” yang mengacu pada bintang Be. Di kalangan para perokok Pak Djoni dikenal secara berkelakar sebagai anggota Dewan Suro—Suka Rokok—dengan posisi sebagai Ahli Hisap Utama. Beliau menamatkan program doktoralnya di Universitas Montpellier II – USTL pada tahun 1981. Pada tahun 2008 beliau diajukan untuk menjadi Guru Besar Astronomi dan berhak menyandang gelar Profesor.

Kini kuliah-kuliah Pak Djoni tinggal kenangan. Pada tanggal 30 November 2009 Pak Djoni menghembuskan nafas terakhirnya karena gagal ginjal, beberapa bulan sebelum beliau dikukuhkan sebagai Guru Besar Astronomi.

Sebuah bintang masif yang telah menghembuskan angin bintang seumur hidupnya kini telah tiada, namun bintang-bintang generasi kedua telah diperkaya oleh keberadaannya.

Palapa Ring Babak Baru Industri TIK

Selasa, 1 Desember 2009 05:20 WIB
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menandatangani prasasti peresmian pembangunan sejumlah proyek infrastruktur telekomunikasi di Istana Negara, Jakarta, Senin (30/11) (ANTARA/Widodo S. Jusuf)Jakarta (ANTARA News) - Industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di tanah air mencatat sejarah baru dengan dimulainya pembangunan proyek mercusuar Palapa Ring.

Pada 30 November 2009, atau satu bulan menjelang tutup tahun 2009 tonggak sejarah itu terukir yang ditandai dengan peresmian pembangunan awal oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Melalui video konferensi, Presiden yang berada di Istana Negara, Jakarta, berbicara dengan Menkominfo Tifatul Sembiring di Mataram, Nusa Tenggara Barat, sebagai pertanda dimulainya penggelaran serat optik sepanjang 1.041 km yang menghubungkan Mataram-Kupang.

Palapa Ring merupakan suatu program pemerintah membangun jaringan serat optik internasional terdiri atas 7 cincin (ring) melingkupi 33 ibukota provinsi dan 460 kabupaten 440 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Setiap cincin nantinya akan meneruskan akses frekuensi pita lebar dari satu titik ke titik lainnya di setiap kabupaten, yang mendukung jaringan serat optik pita lebar berkecepatan tinggi dengan kapasitas 300 Gbps hingga 1.000 Gbps di daerah tersebut.

Jaringan ini menjadi tumpuan semua penyelenggara dan pengguna jasa telekomunikasi yang membutuhkan transfer data dalam kecepatan tinggi atau pita lebar. Infrastruktur yang akan terintegrasi dengan jaringan yang telah ada milik penyelenggara jaringan telekomunikasi di Kawasan Indonesia Timur (KTI). Proyek Palapa Ring membutuhkan total biaya sekitar 1,5 miliar dolar AS itu terdiri atas 35.280 kilometer "submarine cable" dan 21.708 kilometer "inland cable".

Khusus di KTI, pembangunan Palapa Ring sepanjang 10.812 km yang menghubungkan Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua itu merupakan impian masyarakat karena dalam waktu dekat dapat menikmati berbagai layanan telekomunikasi yang tidak terbatas pada percakapan suara, tetapi juga akan tersedia akses data internet berkecepatan tinggi.

Menkominfo Tifatul Sembiring mengatakan, apabila Indonesia berhasil membangun Ring Palapa dengan kapasitas tak terbatas, maka negara ini bisa memiliki daya tawar akses ke negara-negara Tier 1 (Amerika Serikat, dan Eropa) melalui tiga benua dan dua dua samudera karena memiliki jumlah pengguna internet potensial.

"Ujung cincin dari proyek ini seperti di Papua bisa menjangkau Samudera Pasifik," kata Tifatul.

Bukan itu saja, dengan infrastruktur yang sudah terbangun tarif internet diharapkan lebih rendah daripada saat ini, komunikasi data yang semula untuk akses Indonesia Internet Exchange (IIX) atau landing point para Network Acces Provider (NAP) tidak perlu lagi melalui Jakarta.

Penamaan proyek Palapa Ring sesungguhnya adalah salah satu wujud apresiasi konkret pemerintah terhadap momentum sejarah atas komitmen politik Sumpah Palapa oleh Maha Patih Kerajaan Majapahit, Gajah Mada, dalam mempersatukan Nusantara. Bahkan demikian pentingnya Palapa Ring ini, Dekominfo menjadikannya masuk dalam program 100 hari kerja Menkominfo Tifatul Sembiring sebagai salah satu parameter yang harus dicapai dalam menyediakan infrastruktur TIK bagi masyarakat.

Palapa Ring dirintis sejak Menkominfo dijabat Sofian Djalil, yang dilanjutkan Penandatanganan Nota Kesepahaman Konsorsium Palapa Ring tanggal 25 Mei 2007. Saat Depkominfo dijabat Muhammad Nuh, kemudian dilakukan penandatanganan Perjanjian Konsorsium pada 10 November 2007 dengan mendorong PT Telkom sebagai pemimpin korsorsium.

Proyek Palapa Ring adalah contoh pertama proyek jaringan infrastruktur fiber optik yang diimplementasikan melalui mekanisme "public-private partnership" (kemitraan pemerintah dan swasta) di Indonesia.

Anggota Konsorsium Palapa Ring ini pada awalnya terdiri dari 7 perusahaan yang umumnya adalah penyelenggara telekomunikasi. Namun belakangan hanya tiga operator yaitu Telkom, Indosat dan Bakrie Telecom yang bertahan dan menyatakan komitmen mengambil bagian membangun infrastruktur tersebut. Faktanya, Telkom yang terlebih dahulu melakukan inisiatif membangun kabel optik sepanjang 1.041 km atau bagian selatan kawasan Timur Indonesia, sedangkan bagian utara diharapkan dibagun bersama konsorsium. Dengan investasi sekitar 52 jua dolar AS, pembangunan serat optik yang melalui jalur darat dan kabel bawah laut ini ditergetkan selesai November 2010.

Adapun pembangunan optik sepanjang 1.041 km itu meliputi, Mataram?Kawinda Nae sepanjang 292,3 km, Kawinda Nae?Raba (142,5 km), Raba?Waingapu (307,5 km), Waingapu?Ende (210,1 km), dan Ende?Kupang (285,4 km). Konsorsium Palapa Ring ini nantinya akan membangun serat optik pada awal 2011 dari Manado, Ternate, Sorong, Ambon, Kendari hingga Makassar.

Jaringan yang dibangun yaitu Manado-Bitung (58 km), Bitung-Ternate (303,3 km), Ternate-Sorong (658,5 km), Sorong-Ambon (722,8 km), Ambon-Kendari (778,5 km), Kendari-Kolaka (192 km), Kolaka-Watampone (156,3 km), Watampone-Bulukumba (157 km) dan Bulukumba-Makassar (194 km). Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah mengatakan, dengan backbone tersebut akan memperkuat dan memudahkan Telkom dalam mengembangkan dan mengintegrasikan bebagai layanan, khususnya di KTI.
Dengan terintegrasinya kawasan barat, tengah dan timur Indonesia otomatis mewujudkan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi dengan nama "Telkom Super Highway", yang mendukung implementasi transformasi Telkom dari sedianya berbasis suara menjadi layanan Telecommunication, Information, Media dan Edutainment (TIME).

Melalui infrastruktur tersebut maka layanan yang diberikan akan mampu membawa data dan informasi dengan kecepatan tinggi guna mendukung next generation nationwide broadband network (NG-NBN). "Kapasitas serat optik untuk jalur Mataram-Kupang saja bisa menampung 32 juta pelanggan Speedy atau 120 juta pelanggan IPTV (siaran televisi berbasis internet)," ujar Rinaldi.

Keseriusan Telkom membangun infrastuktur Palapa Ring mendapat pujian dari berbagai kalangan. "Pemerintah bangga bahwa Telkom sebagai perusahaan milik negara mengambil inisiatif membangun proyek ini," katanya.

Kemitraan Swasta-Pemerintah
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, pemerintah telah menetapkan kebijakan nasional untuk pengembangan teknologi komunikasi informasi (ICT) di tiga sektor, yakni e-government, e-education, dan e-business. Untuk itu, ujar Kepala Negara, diperlukan kebersamaan antara pemerintah dan dunia usaha untuk mengembangkan ICT di sektor pemerintah, pendidikan, dan bisnis.

Diharapkan, teknologi akan merambah dan menjangkau seluruh sendi masyarakat, karena dengan kontribusi teknologi, maka wajah dari demokrasi Indonesia semakin terbuka melalui "open society" yang membuka peluang kratif dan inovatif. Kemitraan swasta dan pemerintah pada Palapa Ring merupakan hal yang mutlak, selain keterbatasan anggaran negara, juga harus melibatkan semua pihak dalam menyediakan layanan yang lebih baik kepada publik.

Sementara itu, Ketua Bidang Teknologi Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Taufik Hasan menjelaskan, bagi perusahahaan sekelas Telkom membangun serat optik di KTI sangat mendesak karena selama ini di wilayah tersebut masih mengandalkan gelombang mikro digital dengan kapasitas kecil.

"Telkom sudah memiliki jalur serat optik dari Sumatera sampai Bali, dan sebagian Kalimantan. Konsep Palapa Ring akan mendorong adanya backbone dengan kapasitas sangat besar," ujar Taufik. Sejatinya, Telkom sebagai perusahaan dimana sahamnya mayoritas dimiliki pemerintah merupakan hal yang wajar mengambil inisiatif untuk memulai pembangunan Palapa Ring, yang sebelumnya sempat tarik ulur. Karena itu sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam membangun infrastruktur Palapa Ring diminta memberi penghargaan berupa insentif kepada perusahaan yang membangun.

Juru Bicara Konsorsium Palapa Ring Rakhmat Junaedi menjelaskan, anggota konsorsium lainnya tetap berkomitmen meneruskan proyek tersebut, terutama setelah Telkom memulai dengan rute Mataram-Kupang. "Anggota konsorsium lainnya akan menyewa untuk rute yang dibangun Telkom. Jika sektor utara tidak dibangun, investasi besar akan terbuang percuma," kata Rakhmat.

Ia menegaskan, anggota konsorsium tidak akan menyusut meskipun beredar isu bahwa PT Indosat akan mengurangi kontribusi atau berhenti sebentar dari keanggotaan seperti XL.

Langkah ini diambil Indosat disinyalir karena anak usaha Qatar Telecom tersebut pada tahun depan diperkirakan akan mengeluarkan dana besar untuk membayar obligasi sebesar 234,7 juta dollar AS yang jatuh tempo. Selain itu Indosat akan lebih fokus mengomersialkan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Jakabare yang menghubungkan Indonesia dengan Singapura. Indosat sendiri pada tahun depan diperkirakan hanya memiliki belanja modal sebesar 650 juta dollar AS pada tahun depan.

Sesungguhnya, pembangunan infrastruktur apapun bentuknya bisa dibiayai dari APBN. Kalau jaringan backbone kurang diminati swasta sebenarnya inisiatif bisa diambil alih pemerintah, seperti yang dilakukan di sejumlah negara seperti Australia dan Singpura demi memanfaatkan broadband untuk kemajuan ekonominya.(*)

Selasa, 01 Desember 2009

Isu Perubahaan Iklim Cuma Konspirasi?

Senin, 30 November 2009 - 14:21 wib
Susetyo Dwi Prihadi - Okezone

Ilustrasi (Foto: Ist) LONDON - Isu mengenai perubahan iklim yang meluas di berbagai belahan dunia, ternyata hanyalah sebuah konspirasi diantara para ilmuwan. Berita tersebut menyeruak setelah sebuah email bocor ke publik, yang menjelaskan kalau para ilmuwan tersebut telah merekayasa data.

Akibat email tersebut, George Monbiot, seorang ilmuwan menuntut Phil Jones, Direktur the Climatic Research Unit (CRU) agar mengundurkan diri dari Unit Penelitian Iklim. Dari email tersebut juga terungkap, para ilmuwan termasuk ahli iklim Amerika mengakui tidak menemukan bukti yang kuat terhadap pemanasan global dalam beberapa tahun terakhir.

"Kami tidak menemukan catatan yang tepat mengenai indikator-indikator pemanasan global seperti kenaikan permukaan laut, mencairnya gletser dan es di Kutub Utara," tulis email tersebut, yang dikutip Guardian, Senin (30/11/2009).

Email dan dokumen yang dimanipulasi oleh beberapa ahli klimatologi terkemuka tersimpan selama 13 tahun di server University of East Anglia. Perihal mengenai bocornya email ini sendiri, dikarenakan ratusan pesan elektronik tersebut telah dicuri.

Kebocoran itu telah menjadi hal yang teramat memalukan bagi ilmuwan di University of East Anglia yang selalu menjadi rujukan soal hasil penelitian perubahan iklim. Kendati tidak ada tanda-tanda bukti bahwa perubahan iklim secara nyata, dalam email tersebut terulis kalau peneliti telah memanipulasi data mentah. (tyo)

Kiamat 2012

Secara Sains, Isu Kiamat 2012 Hanya Isapan Jempol...

 FOTO-FOTO: COLUMBIA PICTURES
Daratan terbelah dalam film 2012.


Laporan wartawan KOMPAS Yulvianus Harjono
KOMPAS.com - Film 2012 yang ditayangkan di bioskop menyita perhatian publik di tanah air. Meskipun larangan menonton muncul dari Majelis Ulama Indonesia di berbagai daerah, antrean panjang calon penonton justru kian panjang.

Publik semakin penasaran, sementara di lain pihak MUI khawatir film ini bisa mengguncang keyakinan iman penonton. Titik kontroversi dari film Hollywood ini tidak lain adalah adegan kiamat yang menjadi pesan cerita film ini.

Padahal, jika dikaitkan dengan kajian sains, film ini tidak lain berangkat dari isapan jempol belaka. Ide kiamat di film ini berangkat dari ramalan Suku Maya bahwa pada 21 Desember 2012 akan terjadi kiamat di bumi.

Avivah Yamani dari Langit Selatan menepis ramalan ini. Ia mengatakan, prediksi kiamat bangsa Maya pada 21-12-2012 tidak lain karena di tanggal itu adalah akhir dari siklus kalender. Atau, dengan kata lain kehabisan angka. Sebab, penanggalan Maya berlandaskan sistem bi-desimal (bilangan 20).

Kejanggalan lain adalah mengenai bergesernya kerak dan lempeng bumi secara ekstrim akibat pengaruh badai Matahari seperti yang digambarkan di film itu. Di 2012 digambarkan bahwa lidah Matahari dapat menghasilkan neutrinos, yaitu semacam gelombang microwave yang dapat memanaskan suhu inti bumi.

Padahal, seperti yang diungkapkan Dhani Herdiwijaya, ahli Fisika Matahari dari Institut Teknologi Bandung, lidah Matahari adalah fenomena umum yang terjadi sepanjang siklus keaktifan Matahari selama 11 tahun. Aktifnya Matahari ini ditandai dengan kemunculan bintik hitam di permukaan.

Saat bintik hitam muncul, di perut Matahari terjadi rotasi aliran massa yang dapat mempengaruhi gaya medan magnetnya. Pada puncak aktivitasnya, medan magnet ini berpusar hingga menembus ke lapisan fotosfer.

Temperaturnya 4.000 4.500 derajat Kelvin, sangat kontras dengan suhu di sekelilingnya sebesar 5.800 derajat Kelvin. Aktivitas medan magnetik yang kuat di bintik matahari ini dapat memanaskan lapisan kromosfer Matahari dan menimbulkan flare (ledakan cahaya) dan Corona Mass Injection (CME).

Aktivitas Flare dan CME yang tinggi bisa menimbulkan badai antariksa. Partikel-partikel terlontar yang sampai ke bumi berdampak signifikan pada iklim di Bumi dan dapat juga menimbulkan badai magnetik yang bisa menganggu komunikasi radio.

Pendinginan global
Yang jadi persoalan, ucapnya, saat ini tengah terjadi kecenderungan penurunan aktivitas Matahari. Tingkat radiasi medan magnetik Matahari terus turun. Kini berada di titik minimal. Dalam beberapa tahun terakhir, bintik matahari juga sangat jarang terbentuk.

Untuk itu, ia merasa tidak yakin jika di 2012 bakal terjadi badai Matahari ekstrim seperti yang dispekulasikan masyarakat. Yang orang-orang tahu saat ini, Bumi tengah terjadi pemanasan global. "Padahal, sebetulnya, kita juga tengah menghadapi kemungkinan kondisi global cooling," ujar Dhani kemudian.

Jadi, jika pun terjadi kiamat, itu bisa jadi karena kita tidak dapat menggunakan peralatan telepon, televisi, dan jaringan komunikasi, secara sementara akibat pengaruh serangan gelombang elektromagnetik dari badai Matahari. Itu pun jika terjadi...