Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 September 2011

Membuat Lampu Berkedip Sederhana

Untuk anda yang mungkin masih awal di dalam dunia elektronika pastinya ingin membuat sebuah project elektronika yang sederhana dan asik jika dilihat apabila sudah selesai merakit. Atau untuk anda yang mahir, hanya sekedar ingin membuat sebuah kontrol lampu berkedip sederhana.
Kalai ini membuat sebuah kontrol lampu berkedip sederhana dengan menggunakan sebuah IC timer yaitu NE555. IC ini merupakan IC yang sangat sering ditemukan di berbagai toko komponen elektronika. Jadi untuk anda yang ingin membuat lampu berkedip ini untuk memperoleh komponen nya sudah tidak masalah lagi.
Rangkaian yang akan kita buat kali ini hanya menggunakan sebuah IC dan empat buah resistor ditambah dengan sebuah kapasitor. Dua buah led dipasangkan sebagai led toggle yang akan menyala secara bergantian.
Prinsip kerja lampu berkedip sederhana ini adalah kita memanfaatkan sifat dari IC tersebut yaitu ada dua astabil dan monostabil, kita menggunakan salah satunya.
Kapasitor disini berfungsi sebagai media penyimpan tegangan yang akan digunakan pada IC timer sebagai referensi waktu pengisian dan pembuangan muatan yang akan menentukan lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat kondisi toggle dari keluaran kaki 3.
Sedangkan resistor yang digunakan adalah sebagai hambatan seberapa cepat pembuangan terjadi. danjuga mempengaruhi waktu untuk LED berkedip.

Kamis, 28 Januari 2010

ATM, Setelah Simjian Menemukannya


(Menarik tunai melalui ATM tak hanya memudahkan Anda belanja dan menjadi konsumtif, Anda pun bisa menjadi korban pembobolan melalui pencurian pin.)








KOMPAS.com - Ya, di satu sisi, sulit membayangkan hidup tanpa mesin anjungan tunai mandiri (automated teller machine/ATM). Seperti dikenang kembali oleh kontributor eHow.com, Tom O’Connell, dulu—sebelum ATM digunakan luas—nasabah bank harus antre untuk menarik uang belanja. Ada permen yang bisa diambil setelah transaksi usai, ya, hitung-hitung sekadar kompensasi kecil setelah lama menunggu.

Kini, mesin ATM telah membuat nasabah bisa melakukan transaksi perbankan—menarik tunai, mengirim dana—dengan praktis dari berbagai penjuru dunia. Namun, seiring dengan kemudahan yang diperoleh, ATM juga dihadapkan pada tantangan baru. Ini, misalnya saja, bisa dianalogikan dengan pemanfaatan komputer. Di balik kemudahan yang diberikan, penggunaan komputer juga dari waktu ke waktu dihadapkan pada ancaman virus.

Sekilas riwayat
Sebagaimana pada penemuan teknologi lain, penemuan ATM juga didasarkan pada karya sejumlah penemu. Di sini kita harus menyebut sedikitnya tiga nama, yakni Luther Simjian, John Shepherd-Barron, dan Don Wetzel.

Seperti ditulis Mary Bellis di About.com, pada tahun 1939 Simjian mematenkan satu prototipe awal ATM yang kemudian terbukti kurang sukses. Ada juga yang berpendapat, orang Skotlandia bernama James Goodfellow adalah pemegang paten paling awal (1966) ATM modern dan John D White (dari Docutel) di Amerika Serikat juga sering disebut sebagai penemu desain ATM tegak mandiri (free standing) pertama.

Tahun 1967, John Shepherd-Barron menemukan dan memasang sebuah ATM di satu Bank Barclays di London. Setahun kemudian (1968), Don Wetzel menemukan ATM buatan Amerika. ATM baru menjadi bagian penting perbankan mulai dekade 1980-an.

Mesin ”lubang di tembok”
Dari kilasan riwayat di atas, orang mengakui Simjian adalah sosok yang mendapat ide untuk menciptakan apa yang disebut sebagai ”mesin lubang di tembok” yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi finansial.

Pada tahun 1939, Simjian mengajukan 20 paten terkait dengan penemuan ATM dan melakukan uji coba lapangan terhadap mesin temuannya di bank yang kini dikenal sebagai Citicorp. Hanya saja, setelah enam bulan, bank tempat uji coba melaporkan bahwa yang tertarik pada mesin itu sedikit saja sehingga penggunaannya pun dihentikan.

Riwayat hidup Luther Simjian (1905-1997) juga tak kalah menarik. Penemu kelahiran Turki, 28 Januari 1905, ini belajar ilmu kedokteran, tetapi yang jadi minat sepanjang hidupnya adalah fotografi. Tahun 1934, Simjian pindah ke New York.

Kini, Simjian dikenal sebagai penemu Bankmatic ATM meski penemuan besar pertamanya yang bernilai komersial adalah terkait dengan kamera.

ATM modern
Dari riwayat di atas kita tahu bahwa lebih dari seperempat abad setelah kegagalan mesin Simjian, muncul mesin yang dipelopori oleh John Shepherd-Barron yang kemudian dianugerahi bintang Order of the British Empire tahun 2005. Mesin ini menerima voucher sekali pakai dan mengeluarkan amplop yang berisi uang 10 pound.

Adapun nomor pengenal diri (personal identification number/PIN) yang kita kenal sekarang ini mulai muncul pada karya James Goodfellow. PIN dimaksudkan untuk membatasi akses ke akun nasabah. Sebelum tiba pada PIN, Goodfellow sempat menjajaki metode identifikasi lain, termasuk sidik jari, pengenalan suara, dan pola retina (Melihat riwayat ini, PIN menjadi pilihan. Namun, kini PIN justru dilihat sebagai salah satu titik rawan).

Lalu apa sumbangan Donald Wetzel? Ahli dari Docutel Corp yang berbasis di Texas ini mengembangkan ATM berjaringan pertama, yang dikenal sebagai Docuteller, tahun 1968. Tahun 1969, Chemical Bank of New York mulai menggunakan teknologi ini, yang lalu dipatenkan pada tahun 1973.

Apabila tahun 2006 sudah 1,5 juta mesin ATM digunakan di seluruh dunia, kini—dengan industri perbankan yang makin meluas—dipastikan jumlah ATM sudah meningkat pesat.

Hanya saja, meluasnya penggunaan ATM disertai pula dengan berkembangnya kejahatan. Pembajakan identitas nasabah yang dikenal dengan skimming, oleh pakar pencurian identitas, Robert Siciliano, dalam artikelnya (9/9/2009, Goodreads Inc) menjadi salah satu kejahatan dalam industri keuangan yang berkembang paling cepat. Laporan Asosiasi Industri ATM melaporkan, di seluruh dunia setiap tahunnya ada kehilangan senilai 1 miliar dollar AS dari penyalahgunaan kartu kredit dan kejahatan elektronik terkait dengan ATM.

Skimming dapat terjadi melalui sejumlah cara. Yang paling umum adalah ketika penjaga toko mengambil kartu pelanggan dan menggeseknya dengan alat yang mengopi informasi dari lajur magnetik kartu. Pencuri juga bisa mengopi data pada kartu kosong atau kartu ”putih”.

Di ATM tanpa penjagaan, alat pencuri identitas ini bisa terpasang tanpa disadari oleh nasabah bank. Selain alat yang disebut skimmer ini, ada pula kamera tersembunyi.

Dialektika teknologi
Pada era yang diliputi pelbagai tantangan ini, pihak bank tentu saja wajib meningkatkan pengamanan ATM. Namun, di pihak nasabah, peningkatan kewaspadaan pun harus menjadi sikap baru.

Di ATM, nasabah harus mengamati apakah ada alat skimming yang biasanya menonjol (lebih besar sedikit) dari selot normal. Manakala melihat ada hal yang mencurigakan, nasabah sebaiknya mengurungkan penggunaan ATM dan melapor kepada otoritas terkait.

Sambil menunggu lahirnya kartu baru berteknologi cip yang lebih aman, yang sering disebut sebagai smart card, pengguna ATM kini dihadapkan pada tantangan baru. Tantangan ini muncul karena rupanya alat skimming dewasa ini dijual secara leluasa.

Inilah risiko pemanfaatan teknologi. Apakah dengan itu lalu orang harus kembali ke transaksi di era pra-ATM? Jawabnya tentu ”tidak”. Namun, sikap baru—saksama dan rajin membaca literatur untuk memahami cara pengamanan—harus menyertai pemanfaatan teknologi modern.

Kamis, 17 September 2009

Nanoteknologi Ternyata Punya Efek Samping

TEMPO Interaktif, Jakarta - Teknologi desain dan manipulasi material yang hingga ribuan kali lebih kecil daripada lebar sehelai rambut (nanoteknologi) dianggap sebagai terobosan untuk menciptakan material ringan namun lebih kuat, menarik, bahkan lebih enak.

Saat ini, lebih dari 600 produk melibatkan nanomaterial sudah beredar di pasar. Kebanyakan ada di bidang kesehatan dan kecantikan. Beberapa lainnya juga digunakan untuk terapi medis, bahan aditif makanan dan elektronik.

Masalahnya, semua yang lebih itu belum tentu aman. Beberapa hasil studi menyimpulkan, obyek berukuran nano memiliki efek yang berbeda pada tubuh. Begitu kecilnya, nanopartikel dalam darah juga dikhawatirkan mampu menembus membran otak dan meracuni otak.

Sebuah partikel biasanya dikategorikan nano jika berdiameter 1 sampai 100 nanometer atau sekitar satu per 10 ribu diameter rambut manusia. Ciri lainnya, partikel itu memiliki sifat alami yang tidak dimiliki material tandingannya yang berukuran "normal".

Ciri yang kedua itulah yang dieksplorasi tim dari Duke University di Durham, North Carolina, Amerika Serikat, untuk memastikan ada atau tidaknya efek samping. "Banyak nanopartikel yang diameternya lebih kecil dari 30 nanometer mengalami perubahan drastis dalam struktur kristalin mereka--perubahan yang membuat atom-atom di permukaannya berinteraksi dengan lingkungannya," Profesor Mark Weisner, ketua tim, memaparkan, lewat jurnal Nature of Nanotechnology.

Weisner menjelaskan, beberapa partikel bisa sangat reaktif terhadap zat kimia dalam lingkungan, dan bisa mempengaruhi aktivitas tertentu dalam sel. "Memang sudah ada laporan studi tentang kadar racun nanopartikel yang meningkat seiring dengan ukuran yang semakin nano, tapi masih belum pasti apakah peningkatan itu berbahaya untuk lingkungan atau keselamatan manusia."

Kepala Pusat Dampak Lingkungan dari Nanoteknologi di Duke University itu menekankan pentingnya definisi yang lebih terang tentang nanopartikel, termasuk ancamannya. "Kita harus berbicara dengan bahasa yang sama ketika mengkajinya," katanya.

Minggu, 13 September 2009

TelkomFlexi Hadirkan Tarif Internet Harian

Okezone JAKARTA - Masih dalam rangka menyemaraki Dirgahayu Republik Indonesia ke-64, Telkom melalui layanan fixed wireless access TELKOMFlexi meluncurkan layanan internet paling murah.
Layanan yang disebut FlexiNet Unlimited tersebut memungkinkan pelanggan Flexi mengakses internet sepuasnya, hanya dengan Rp2.500 per hari atau hanya Rp15.000 untuk tujuh hari.

"Flexinet Harian dan Mingguan merupakan program Flexi terbaru yang menawarkan akses internet sangat murah. FlexiNet Unlimited diluncurkan untuk melengkapi layanan internet Telkom yang sudah ada, seperti Speedy, Astinet, TelkomNet Instan dan Flash dari Telkomsel," kata Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia, melalui keterangan resminya, Selasa (18/8/2009).

FlexiNet Unlimited ditujukan bagi mereka yang membutuhkan layanan mobile data karena, selain harga yang sangat murah juga dapat dipakai di seluruh kota di Indonesia yang terdapat fasilitas datanya.

Tarif Flexinet Unlimited sangat murah di kelasnya, yaitu untuk Flexi Trendy Rp 2.500/hari dan Rp 15.000/minggu tanpa batasan quota atau unlimited dengan kecepatan 153 kbps.

"Bahkan untuk pelanggan pasca bayar (Classy) tarifnya lebih murah lagi, yakni Rp2.250 per hari dan Rp13.500 per minggu," terang Eddy Kurnia.

Nomor Flexi yang bisa dipakai untuk akses FlexiNet Unlimited ini bisa nomor lama maupun nomor baru, baik prabayar maupun pascabayar, dengan menggunakan modem CDMA maupun handphone yang telah memiliki fasilitas akses internet.

Untuk memudahkan mengakses FlexiNet Unlimited, Telkom juga menyediakan Paket Modem Merdeka seharga Rp399.000 yang di-bundling bersama kartu Perdana Flexi Dahsyat. FlexiNet Unlimited cocok untuk akses Facebook, e-mail, chatting maupun keperluan internet lainnya.

Cara menggunakan FlexiNet Unlimited sangat mudah, tidak perlu ke mana-mana, pelanggan cukup SMS ke Nomor 2525 ketik REG(spasi)HARIAN atau REG(spasi)MINGGUAN dari handphone pelanggan yang kemudian secara otomatis akan diperpanjang secara harian atau mingguan. Untuk berhenti berlangganan, cukup SMS ke 2525 ketik: STOP.

Dengan Flexinet Unlimited diharapkan masyarakat semakin banyak pilihan dan mudah dalam mengakses internet dan juga semakin menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini tercermin dari tingginya minat masyarakat untuk membeli modem CDMA bundling dengan starter pack Trendy Dahsyat di beberapa event sales yang digelar oleh Flexi.

Dijelaskan Eddy Kurnia, berkat promo dan inovasi yang dilakukan Telkom, hingga akhir Juli lalu pelanggan Flexi sudah mencapai angka lebih dari 13,8 juta. Jumlah tersebut menurutnya merupakan lonjakan lebih dari 80 persen dibanding Juli 2008. Dengan jumlah BTS (Base Traneceiver Station) mencapai 5.060. Flexi kini melayani 324 kota di Indonesia.

Dengan diperkenalkannya layanan FlexiNet Unlimited, Telkom optimis dapat meningkatkan jumlah pelanggan. Adapun pengguna layanan data dan internet Flexi, baru mencapai 500.000 pelanggan. Menurutnya jumlah tersebut masih jauh di bawah kapasitas terpasang layanan data Flexi.

"Kami optimis pelanggan layanan data Flexi akan bertambah sebanyak 20 persen," ujar Eddy Kurnia. Menurutnya, di tengah kebutuhan layanan data saat ini, adanya layanan FlexiNet Unlimited yang sangat murah tentunya akan disambut baik oleh pelanggan. (srn)